KUA Rantau Rasau dan Penyuluh Agama Islam Menggelar Ngaji Bareng untuk Membekali Dakwah kepada Masyarakat



Rantau Rasau, 4 Juli 2024 — Kantor Urusan Agama (KUA) Rantau Rasau mengadakan acara Ngaji Bareng yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman agama Islam dan mempersiapkan bekal dakwah kepada masyarakat. Acara yang diadakan di Aula KUA Rantau Rasau ini dihadiri oleh seluruh pegawai KUA bersama penyuluh agama islam.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar membaca kitab kuning yaitu Kifayatul Athqiya’, tetapi juga memfokuskan pada pemahaman nilai-nilai Islam yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kiai dan penyuluh agama yang terlibat aktif memfasilitasi diskusi dan tanya jawab agar peserta dapat mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.

Menurut Kiai Abdul Wahid, salah satu penyuluh yang turut serta dalam kegiatan ini, "Ngaji Bareng ini kami selenggarakan sebagai upaya untuk memberikan bekal dakwah kepada Penyuluh untuk dapat berdakwah kepada masyarakat. “Kami berharap peserta dapat memperoleh pemahaman yang baik tentang Islam dan mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, dan mendakwahkannya kepada Masyarakat" Paparnya.

Kegiatan ini sudah berlangsung selama 3 tahun dan disambut baik oleh semua pegawai KUA dan penyuluh, seperti yang diungkapkan oleh Bapak Roodik Nur Rohmad sebagai Kepala KUA Rantau Rasau, "Saya sangat mendukung kegiatan ini. Selain merasa mendapatkan banyak ilmu juga semakin percaya diri ketika berdakwah dalam masyarakat."

Kegiatan Ngaji Bareng ini menjadi langkah positif dalam upaya KUA Rantau Rasau untuk membangun kesadaran keagamaan dan moral dala seluruh pegawai KUA. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas kehidupan spiritual dan sosial para pegawai dan melebar kepada masyarakat di Rantau Rasau.

Dengan demikian, KUA Rantau Rasau melalui kegiatan Ngaji Bareng ini bukan hanya sebagai ajang untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga sebagai wahana untuk mempersiapkan generasi yang dapat menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat.

Komentar